Artikel Ke-175
Beranda
Artikel Ke-175
Artikel Ke-175
FFPB2022_[Tuwan Pictures]_[Sampur Sapi]_[SMA/SMK Sederajat]
Gugur gunung berasal dari isitilah Bahasa Jawa yang berarti gotong royong. Tradisi ini merupakan adat masyarakat pedesaan di Jawa, untuk saling membantu dalam melakukan aktivitas. Adat ini melambangkan sebuah persatuan dari berbagai kultur masyarakat desa. Pada umumnya, Gugur gunung dilaksanakan saat Satu Suro yang bersamaan dengan Tahun Baru Islam. Peringatan hari besar ini dilengkapi dengan pesta rakyat yang berupa acara Tayub.
SINOPSIS
Ratih merupakan seorang penari tayub di suatu desa, ia berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi yang kurang. Namun, keinginannya untuk andil dalam acara tayub sangat besar. Ketika pesta rakyat sudah dalam hitungan hari, Ratih merasa gelisah mengingat ia tidak mempunyai sampur sebagai barang utama bagi penari Tayub. Keinginannya pupus seketika saat Bapak Ratih menjelaskan tidak mampu untuk membelikan sampur karena sapi yang dipelihara terkontaminasi virus PMK yang sedang marak di masyarakat. Namun ketiga sahabatnya tidak tinggal diam untuk membantu Ratih tetap tampil dalam acara Tayub. Kekompakan dan rasa persatuan merekalah yang menjadi jalan keluar dalam permasalahan yang ada di dalam film ini.
@kemdikbud.ri
@dindik_jatim
@kamivokasi
@direktoratsmk
@mitrasdudi
@cabdinkabmalang
@osismpksmkn1turen
@edyprayoga64
@rizalsetiawann__
#smk
#kemdikbud
#smknegeri1turen
#vokasi
#ditpsmk
#vokasikuat
#vokasikuatmenguatkanindonesia
#smkhebat
#smkbisa
#merdeka
#merdekabelajar
#smkn1turen
#malang
#kabmalang
#malangkabupaten
#turen
Gugur gunung berasal dari isitilah Bahasa Jawa yang berarti gotong royong. Tradisi ini merupakan adat masyarakat pedesaan di Jawa, untuk saling membantu dalam melakukan aktivitas. Adat ini melambangkan sebuah persatuan dari berbagai kultur masyarakat desa. Pada umumnya, Gugur gunung dilaksanakan saat Satu Suro yang bersamaan dengan Tahun Baru Islam. Peringatan hari besar ini dilengkapi dengan pesta rakyat yang berupa acara Tayub.
SINOPSIS
Ratih merupakan seorang penari tayub di suatu desa, ia berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi yang kurang. Namun, keinginannya untuk andil dalam acara tayub sangat besar. Ketika pesta rakyat sudah dalam hitungan hari, Ratih merasa gelisah mengingat ia tidak mempunyai sampur sebagai barang utama bagi penari Tayub. Keinginannya pupus seketika saat Bapak Ratih menjelaskan tidak mampu untuk membelikan sampur karena sapi yang dipelihara terkontaminasi virus PMK yang sedang marak di masyarakat. Namun ketiga sahabatnya tidak tinggal diam untuk membantu Ratih tetap tampil dalam acara Tayub. Kekompakan dan rasa persatuan merekalah yang menjadi jalan keluar dalam permasalahan yang ada di dalam film ini.
@kemdikbud.ri
@dindik_jatim
@kamivokasi
@direktoratsmk
@mitrasdudi
@cabdinkabmalang
@osismpksmkn1turen
@edyprayoga64
@rizalsetiawann__
#smk
#kemdikbud
#smknegeri1turen
#vokasi
#ditpsmk
#vokasikuat
#vokasikuatmenguatkanindonesia
#smkhebat
#smkbisa
#merdeka
#merdekabelajar
#smkn1turen
#malang
#kabmalang
#malangkabupaten
#turen
Artikel Terkait
Classmeeting dalam rangka menyambut HUT Ke-52 SMK Negeri 1 Turen
10 Januari 2020 Jam 00:00
Hari Pramuka ke-64 SMK Negeri 1 Turen Semangat Kolaborasi dan Ketahanan Bangsa
16 Agustus 2025 Jam 09:57
SMKN 1 TUREN MEMPERINGATI HARI PAHLAWAN
13 November 2019 Jam 00:00
SMK Negeri 1 Turen Sambut Hangat Rombongan Studi Tiru SMK Negeri 2 Mojokerto
29 November 2023 Jam 03:41
Artikel Ke-87
23 Maret 2023 Jam 11:48
Artikel Ke-130
03 Februari 2023 Jam 08:07